LAPORAN KEUANGAN
MAKALAH EKONOMI KOPERASI
DISUSUN OLEH:
KHOIRUNNISA MUTHMAINAH (23217215)
KELAS : 2EB09
JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Akuntansi adalah
pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan
membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber
daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam
mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara
luas, akuntansi juga dikenal sebagai "bahasa bisnis".[1] Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan
keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil
kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur,
atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan
istilah pembukuan. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi di
mana informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas,
diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Auditing, satu disiplin ilmu yang terkait
tetapi tetap terpisah dari akuntansi, adalah suatu proses di mana pemeriksa
independen memeriksa laporan keuangan suatu organisasi untuk memberikan suatu pendapat atau
opini - yang masuk akal tetapi tak dijamin sepenuhnya - mengenai kewajaran dan
kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi yang berterima umum.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Laporan
Keuangan
Laporan keuangan adalah informasi keuangan yang disajikan dan disiapkan
oleh manajemen dari suatu perusahaan kepada pihak internal dan eksternal, yang
berisi seluruh kegiatan bisnis dari suatu kesatuan usaha yang merupakan salah
satu alat pertanggungjawaban dan komunikasi manajemen kepada pihak-pihak yang
membutuhkannya. Laporan keuangan terdiri dari:
1.
Neraca, yang menggambarkan posisi keuangan dari suatu kesatuan usaha yang
merupakan keseimbangan antara aktiva, utang, dan modal pada suatu periode
tertentu.
2.
Laporan laba rugi merupakan ikhtisar dari seluruh pendapatan dan beban dari
suatu kesatuan usaha untuk satu periode tertentu.
3.
Laporan perubahan ekuitas adalah laporan perubahan modal dari satu kesatuan
usaha selama satu periode tertentu, yang meliputi laba komprehensif, investasi,
dan distribusi dari dan kepada pemilik.
4.
Laporan arus kas berisi rincian seluruh penerimaan dan pengeluaran kas baik
yang berasal dari aktivitas operasional, investasi, dan pendanaan dari satu
kesatuan usaha selama satu periode tertentu.
5.
Catatan atas laporan keuangan berisi informasi yang tidak dapat diungkapkan
dalam keempat laporan keuangan diatas yang mengungkapkan seluruh prinsip,
prosedur, metode, dan tekhnik yan diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan
tersebut.
Laporan keuangan memuat informasi yang bersifat keuangan seperti jumlah
aktiva, kewajiban, modal, pendapatan, biaya, dan arus kas. Informasi yang
bersifat keuangan diambil dari rinkasan transaksi yang terjadi selama satu
periode.
Ø Unsur – unsur dalam Laporan Keuangan
Menurut Statement of Financial Accountin Concept (SFAC) Nomor 6 tentang
“Elements of Financial Statements” sebagai berikut:
·
Assets, merupakan manfaat sumber daya ekonomi dimasa akan datnag yan cukup
pasti, yang diperoleh atau dikuasai oleh satu kesatuan usaha, sebagai akibat
dari transaksi di masa lalu.
·
Liability, merupakan pengorbanan sumber ekonomik masa datang yang cukup
pasti yang timbul dari kewajiban saat ini dari suatu kesatuan usaha untuk
mentransfer asset atau menyerahkan jasa kepada satu kesatuan usaha lain di masa
akan datang, sebagai akibat transaksi di masa lalu.
·
Equity, merupakan asset bersih yan residual interest terhadap asset satu
kesatuan usaha yang gmasih ada setelah seluruh asset dikurangi kewajibannya.
Dalam suatu organisasi bisnis merupakan hak kepemilikan.
·
Investment by owner, merupakan kenaikan ekuitas suatu kesatuan usaha
sebagai akibat dari transfer sesuatu yang bersumber dari pemilik, atau dari
satu kesatuan usaha lain untuk memperoleh atau menambah hak kepemilikan pada
perusahaan.
·
Distribution to owner, merupakan penururnan ekuitas sebagai akibat adanya
transfer aktiva, pemberian jasa, atau pelunasan kewajiban oleh satu kesatuan
usaha kepadapemilik.
·
Comprehensive income, merupakan kenaikan net asset suatu kesatuan usaha dalam
periode tertentu, yang diakibatkan oleh seluruh transaksi dan kejadian kecuali
dari investasi dan distribusi kepada pemilik.
·
Revenue, merupakan setiap cash inflow, atau kenaikan asset, penurunan
kewajiban atau kombinasi keduanya, yang terjadi melalui pengiriman barang,
produksi barang, penjualan jasa atau aktivitas lainnya yang merupakan aktivitas
utama perusahaan.
·
Expenses, merupakan setiap cash outflow, atau pemakaian asset atau
timbulnya kewajiban ataupun kombinasi dari keduanya dalam rangka pengiriman
baran, produksi barang, penjualan jasa atau aktivitas lainnya yang merupakan
aktivitas utama perusahaan.
·
Gains, merupakan kenaikan net asset yang diakibatkan dari transaksi
–transaksi yang sifatnya insidential atau peripheral atau jarang terjadi, serta
semua transaksi yang memengaruhi perusahaan kecuali yan berasal dari revenue
dan investasi para pemilik.
·
Losses, yaitu penurunan net asset karena adanya transaksi yan bersifat
insidential atau peripheral atau jarang terjadi serta semua transaksi lain yang
memengaruhi perusahaan, kecuali yan berasal dari timbulnya beban (expenses) dan
distribusi kepada pemilik.
Ø Pengguna Laporan Keuangan
Kelompok – kelompok yang berkepentingan terhadap laporan aktivitas sebuah
organisasi yang berorientasi profit juga akan memengaruhi penyusunan standar
akuntansi. Kelompok pengguna ini dapat diklasifikasikan sebagai pengguna
langsung dan tidak langsung.
1.
Pengguna langsung meliputi:
·
Pemilik dan pemegang saham perusahaan
·
Pemberi pinjaman (kreditor) dan pemasok
·
Manajemen perusahaan
·
Dinas perpajakan
·
Organisasi pekerja
·
Pelanggan
1.
Pengguna tidak langsung meliputi:
·
Analisis dan konsultan keuangan
·
Pasar saham
·
Pengacara
·
Otoritas yang terkait dengan regulasi
·
Kalangan berita keuangan dan agen – agen penyaji laporan
·
Asosiasi dagang
·
Serikat pekerja
·
Competitor
·
Masyarakat umum
·
Departemen pemerintahan lainnya
Pengguna langsung maupun tidak langsung masing – masing memiliki tujuan
yang berbeda dan saling bertentangan. Oleh karenanya, kedua kelompok tersebut
memiliki kebutuhan informasi yan berbeda. Untuk itu, ada tiga bentuk laporan
keuangan yang mungkin dapat dipersiapkan:
·
Laporan keuangan bertujuan umum yang memenuhi kebutuhan umum seperti
pengguna. Dalam desain laporan keuangan yang disajikan dalam laporan tahunan,
akuntan berasumsi bahwa laporan tersebut memenuhi kebutuhan yang bersifat umum.
·
Laporan keuangan bertujuan khusus, yang memenuhi kebutuhan spesifik suatu
kelompok.
·
Bentuk pengungkapan berbeda yang disajikan untuk masing-masing kelompok
yang berbeda. Apapun bentuk laporan yang digunakan, sebagian besar pengguna
yang melakukan tekanan yang memenaruhi pengembangan prinsip-prinsip akuntansi
dengan berbagai cara agar tujuan mereka terpenuhi.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Laporan keuangan adalah informasi keuangan yang disajikan dan disiapkan
oleh manajemen dari suatu perusahaan kepada pihak internal dan eksternal, yang
berisi seluruh kegiatan bisnis dari suatu kesatuan usaha yang merupakan salah
satu alat pertanggungjawaban dan komunikasi manajemen kepada pihak-pihak yang
membutuhkannya. Laporan keuangan terdiri dari:
1. Neraca
2. Laporan laba rugi
3. Laporan perubahan ekuitas
4. Laporan arus kas
5. Catatan atas laporan
Laporan keuangan memuat informasi yang bersifat keuangan seperti jumlah
aktiva, kewajiban, modal, pendapatan, biaya, dan arus kas. Informasi yang
bersifat keuangan diambil dari rinkasan transaksi yang terjadi selama satu
periode.
Referensi :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar